<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ruang Spirit</title>
	<atom:link href="http://haripuspita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://haripuspita.wordpress.com</link>
	<description>Bersuara dengan Hati</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Sep 2008 16:46:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='haripuspita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ruang Spirit</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://haripuspita.wordpress.com/osd.xml" title="Ruang Spirit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://haripuspita.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menapaki Goa Peteng dan Goa Lemeng, Jimbaran</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/22/menapaki-goa-peteng-dan-goa-lemeng-jimbaran/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/22/menapaki-goa-peteng-dan-goa-lemeng-jimbaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 16:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Bak dalam adegan di film Indiana Jones, tempat meditasi ini mungkin tak begitu diakrabi. Tapi, bagi yang sudah merasa terpanggil katanya ingin datang dan datang lagi. Yang &#8220;tak direstui&#8221;? Harus ihlas untuk tidak masuk.  Terdorong rasa penasaran, saya pun mengikutinya. JALAN bebatuan yang banyak ditumbuhi pepohonan kapuk dan semak belukar itu terlihat kering kerontang. Padahal berjarak sekitar satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=70&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bak dalam adegan di film <em>Indiana Jones</em>, tempat meditasi ini mungkin tak begitu diakrabi. Tapi, bagi yang sudah merasa terpanggil katanya ingin datang dan datang lagi. Yang &#8220;tak direstui&#8221;? Harus ihlas untuk tidak masuk.  Terdorong rasa penasaran, saya pun mengikutinya.</p>
<p><span id="more-70"></span><br />
<strong>JALAN</strong> bebatuan yang banyak ditumbuhi pepohonan kapuk dan semak belukar itu terlihat kering kerontang. Padahal berjarak sekitar satu setengah kilometer dari situ ada bangunan mewah, Ritz Carlton.<br />
Di sepanjang penglihatan, siang bolong sekitar pukul 11.00,  Sabtu (6/9) awal Ramadan, yang nampak hanya ilalang kering semak dan perdu yang sebagian terbakar di kerontang kemarau. Sapi-sapi yang dibiarkan liar asyik merumput. Di tanah kapur yang belakangan banyak diincar investor untuk vila dan hotel itu menyimpan tempat eksotis, untuk bermeditasi.   </p>
<p> <br />
Setelah sampai di mulut goa, sosok spiritualis I Gusti Putu Karep dan Jro Mangku Wayan Gede Cipta Arsana mempersiapkan segala keperluan upacara. Ritual <em>atur piuning</em>, untuk menyampaikan “permisi” masuk goa pun dimulai.<br />
“Mari bawa sini kameranya. Biar <em>sampeyan</em> leluasa memotret nanti, di dalam,” ujar I Gusti Putu Karep kepada saya. Kamera digital itu pun seakan ikut larut dalam suasana sakral alunan doa-doa. Saya sendiri dipersilakan berdoa dengan keyakinan saya, sebagai muslim.<br />
Mendadak  muncul asap mengepul di depan. Sebanyak dua kali. Saya semula mengira asap itu dari dupa yang dibakar. Oh, ternyata tidak. Dupa di sebelah kanan, sekitar tiga meter dari tempat sap itu keluar.“Itu pertanda penunggu goa di sini &#8220;merestui&#8221; kehadiran kita. Soalnya, kalau tidak berkenan, goa-goa itu seakan menutup,” ujar Jro Mangku Wayan Gede Cipta Arsana, menjelaskan.<br />
Sejurus kemudian kami yang rombongan tujuh orang pun masuk. <span class="yshortcuts">Medan</span> jalanan yang sama sekali tidak nyaman untuk bertelanjang kaki. Batu-batuan licin di sana-sini, becek, penuh Lumpur.<br />
Masuk di kedalaman sekitar sepuluh meter, di jalanan menurun di Goa Peteng, benar-benar semakin peteng, gelap pekat, seperti namanya. “Brussss!” Ribuan kelelawar berhamburan dari samping kanan, kiri dan atas goa. Semakin ke dalam, kelelawar semakin banyak. Tapi, tak perlu khawatir. Mahluk yang diakrabkan kepada anak-anak dengan sosok <em>superhero</em> Amerika, Batman, ini dengan kelebihan sistem sonar-nya tak bakal menabrak. Meski jumlahnya ribuan, di tempat gulita pula.<br />
Pemandangan serba gelap, hitam pekat. Hanya senter dan lilin penerangnya. Untuk memudahkan saat balik, di beberapa tempat lilin ditaruh. Tapi, ada pemandangan yang cukup menghibur hati. Batu-batuan goa dalam cahaya senter tampak eksotis. Karena berhias stalaktit dan stalakmit.<br />
Masuk sekitar dua puluhan meter dari bibir goa, perjalanan berhenti. Ada semacam sendang, sumber mata air. Kami pun melakukan ritual nunas tirta. Saya sendiri melakukan wudhu di situ, untuk membersihkan diri. Persembahyangan pun dimulai lagi. Dupa dinyalakan, mantra menyeruak ruang. Asap menyebar di sana-sini. Saya mengikutinya dengan berzikir.</p>
<p>Mendadak ada semacam sosok bayangan di ketinggian, seakan berdiri dari kursi. Hanya beberapa menit saja. Sekelebatan. Mungkin saja ini halusinasi atau sejenisnya. &#8220;Paling, <em>say hello</em>,&#8221; pikirku. Setelah itu menghilang. Dia hanya semacam mengamati siapa saja orang-orang yang datang. Tapi, bagaimanapun memang suasana magis kental terasa.<br />
Sayangnya, semakin masuk ke dalam, oksigen semakin menipis, terasa berkurang. Sehingga kegerahan semakin terasa. Untung air sendang yang terasa payau nan sejuk meneduhkan semuanya. <br />
Sekitar setengah jam di situ, akhirnya keluar. Beberapa meter di sebelah kiri goa ternyata ada semacam celah. Cahaya matahari bisa masuk ke situ, bak lampu neon saja.”Nah, di sini banyak dipakai semedi, meditasi orang-orang zaman dulu. Ini adalah semacam tempat antara. Seperti antara  bumi dan langit.Antara gelap dan terang. Antara daratan dan lautan. Karena mata air di goa sebelah (Goa Lemeng) adalah bersumber dari lautan,” papar I Gusti Putu Karep.<br />
Langkah kaki pun beranjak keluar. Yang dituju adalah Goa Lemeng, yang menakjubkan. Dari bibir goa ke ujungnya sekitar lima ratus meteran. Juga harus melewati jalan setapak yang terjal. Ingatan pun melayang ke film-film laga. Macam film <em>Tutur Tinular</em> serial Arya Kamandanu, <em>7th Warrior</em> –nya Antonio Banderas atau malah film petualangan Hollywood, <em>Indiana Jones</em>.<br />
Maklum, untuk memasukinya bisa dikatakan “taruhan nyawa”. Di situ selain kelelawar, juga banyak dijumpai jangkrik. Yang dalam cara pikir logika, kalau ada jangkrik sebanyak itu, pasti ada predatornya : ular. Tapi beruntung. Sama sekali ular tidak dijumpai di situ.<br />
Malah ketemu ikan, yang bisa hidup dalam kegelapan air payau. Dari langit-langit goa itu menetes air, jatuh tepercik di sungai goa. Suaranya nyaring. Membentuk semacam lingkaran-lingkaran guratan di beningnya air.<br />
Begitu masuk goa, tiba di pinggiran sungai, petualangan mendebarkan pun dimulai. Yakni menyeberangi sungai untuk ke ujung goa. Yang hanya diterangi dengan senter, diangkut lembaran gabus, sebagai pelampung. Harus telanjang, atau bugil untuk memasukinya. Atau paling-paling hanya pakai <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">celana dalam</span>, karena harus berenang melewati goa yang seukuran manusia itu. Biasanya, di sini sekalian mandi untuk membersihkan diri secara spiritual alias <em>melukat</em>.<br />
<em>Ya</em>. Tantangannya di sini adalah, sungainya bergoa lagi. Dan tidak lebar. Hanya pas-pasan untuk seukuran manusia. Kecuali harus berenang kira-kira sejauh seratusan meter, menahan nafas, dalam kegelapan. Biar aman, untuk masuk harus satu-satu.<br />
Begitu sampai di ujung goa, rasanya <em>plong,</em> luar biasa puasnya. Mirip adegan iklan produk rokok kretek saja layaknya. Di situ ada semacam daratan penuh bebatuan, yang nyaman dan teduh untuk bersemadi. Atau beryoga. “Saya paling senang meditasi di sini,” ungkap I Gusti Putu Karep. Konon, energi sapta petala ada di situ. Yakni semacam kekuatan, bersumber energi bumi.<br />
Setelah menyampaikan sejumlah pesan spiritual. Kami bertujuh pun balik. Nah, baliknya ini juga mendebarkan. “Gludug,gludug, gludug…!” Akibat salah injak batu, melewati jalan setapak yang tak lazim, salah seorang dari kami hampir terperosok, jatuh.<br />
Dan, mendadak, air semakin tinggi. Kami pun kaget. “Tenang saja, <em>nggak </em>apa-apa,” ujar Putu Karep. Kami harus melewati lagi lorong yang mesti dilewati dengan berenang. Karena airnya pasang. Hanya tersisa sekepala manusia saja rongga dalam lorong goa. Padahal, seharusnya air pasang sesuai pasangnya air laut. Sekitar pukul 17.00-18.00. Beruntung, tak ada masalah sama sekali. “Wuih, lega rasanya. Puas ,” gumam saya, dalam hati. Teman-teman pun nyeletuk : &#8220;Anggap saja habis umroh, hahaha&#8230;.&#8221;  <strong>[*]  </strong></p>
<p><strong></strong><br />
<strong>Warga Setempat “Segan” Masuk</strong><br />
<strong>GOA </strong>yang di sekelilingnya baru ditanami sejumlah pohon kamboja ini memang terkesan sepi. Dari keterangan sejumlah warga yang saya temui mengaku tidak setiap hari, setiap minggu atau bahkan setiap bulan ada yang datang dan masuk ke situ. Kecuali hanya sekadar <em>tangkil</em>. Itu pun hanya di mulut goa saja. Tidak sampai masuk ke dalam.<br />
Termasuk warga setempat pun tidak berani sembarangan memasukinya. Karena selain gelap, pengap, kadar oksigennya minim, juga berisiko, kalau memang niatannya tidak tulus.<br />
Seorang bocah warga setempat, Ketut , yang berusia sekitar 13 tahun yang biasa main dan menggembalakan sapi di situ pun balik kucing, takut, saat hendak dijadikan penunjuk jalan. Dia tak berani menembus kegelapan dengan berbekal senter dan lampu lilin untuk berenang melewati sebuah lorong sempit, hanya cukup untuk satu orang saja, secara bergantian. Satu persatu.<br />
“Saya balik saja. <em>Nggak</em> jadi,” ujarnya, mendadak berubah pikiran, tak mau masuk ke goa lemeng. Saya sempat waswas dibuatnya. Bocah lugu itu saja mendadak menciut nyalinya. “Apakah saya harus nekat?” begitu, kata hati ini. Tapi, akhirnya nekat saja. “<em>Toh</em>, mati, hidup itu di tangan Tuhan,” pikir saya.<br />
Usut punya usut, untuk memasuki goa yang sejatinya indah tapi mendebarkan itu memang perlu tekat baja. Karena selain harus berniat baik, diizinkan penunggunya, setiap saat bila nasib nahas air bisa pasang tak jelas waktunya. Dan harus menunggu seharian keesokan, saat surut. Yang juga belum tentu waktunya. ”Orang sini juga takut, kalau masuk ke situ,” ujar si Ketut, seusai kejadian. <strong>[*]  </strong></p>
<p> <br />
<strong>Kain Poleng Pantangan, Tak Direstui, Goa Tertutup?<br />
 <br />
SEPINTAS </strong>goa itu memang tidak istimewa. Dari luar, yang nampak hanya semacam tanah terbuka yang menjorok ke dalam. Pun di sekitarnya yang gersang, tidaklah menyeramkan. Karena hanya dipenuhi sapi-sapi yang asyik mengais rerumputan. Juga anjing liar milik warga.<br />
Di tempat itu, kain poleng pun jadi pantangan. Keterangan yang didapat koran ini, penunggunya tidak suka dengan warna kotak-kotak hitam putih tersebut. Dan, bula dilanggar imbas niskala bisa saja terjadi. Bahkan, katanya bisa muncul wujud yang mengerikan.”Pernah ada yang lupa, memakai kain poleng, akhirnya muncul ular besar seperti naga,” ungkap Jro Mangku Wayan Gede Cipta Arsana.  </p>
<p> <br />
Versi lain, dari warga setempat, sebut saja Pan Beraq alias Pak Kurus, untuk memasuki goa itu memang tidak gampang. Karena kalau si penunggu tidak menghendaki, pasti ada saja halangannya. Yang acapkali di luar nalar.<br />
“Ada yang balik tiba-tiba, setelah datang dari sini. Katanya airnya pasang. Saya sendiri tidak paham,” sebutnya. Hal yang demikian pun diiyakan oleh Wayan Kaler, yang ikut bersama rombongan. “Kami pernah datang ke sini balik. Kayaknya nggak ada pintu masuk,” ungkapnya.<br />
Memangnya siapa saja yang dulu suka datang bermeditasi di situ? I Gusti Putu Karep sendiri enggan menjawabnya. Pun demikian dengan Jro Mangku Wayan Gede Cipta Arsana. “Nanti dikira sombong. Tak enak. Ini tempat biasa saja, <em>kok</em>,” sergahnya.<br />
Memang, ada sejumlah goa lain yang cukup terkenal untuk lelaku spiritual. Macam Goa Lawah di Klungkung  maupun Goa <span class="yshortcuts" style="background:none transparent scroll repeat 0 0;cursor:hand;border-bottom:medium none;">Batu</span> Pageh, misalnya. Tapi, kata temannya, konon Ki Barak <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Panji</span> Sakti dari Buleleng dulu suka ke Goa Lemeng dan Goa Peteng ini. Benarkah? Ida Sanghyang Widhiwasa yang tahu. <em>Wallahualam</em>. <strong>[*] </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=70&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/22/menapaki-goa-peteng-dan-goa-lemeng-jimbaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enya dan Tren Album Religi</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/15/enya-dan-tren-album-religi/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/15/enya-dan-tren-album-religi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 17:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[SETIAP kali Ramadan tiba, ada saja grup musik yang &#8220;mendekatkan diri&#8221; dalam suasana bulan suci itu. Yakni dengan menelorkan album-album religi. Yang sekarang ratingnya bagus, mulus diterima pasar adalah Ungu, misalnya. Meski GIGI sejatinya sudah terlebih dulu memulainya. ARMAN Maulana dkk malah sempat dicap sebagai band &#8220;Paling Ramadan&#8221; dibandingkan dengan yang lain. Maklum, dia sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=63&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SETIAP</strong> kali Ramadan tiba, ada saja grup musik yang &#8220;mendekatkan diri&#8221; dalam suasana bulan suci itu. Yakni dengan menelorkan album-album religi. Yang sekarang  ratingnya  bagus, mulus diterima pasar adalah Ungu, misalnya. Meski GIGI sejatinya sudah terlebih dulu memulainya.</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>ARMAN Maulana dkk malah sempat dicap sebagai band &#8220;Paling Ramadan&#8221; dibandingkan dengan yang lain. Maklum, dia sudah babad alas duluan lewat konser ngabuburit-nya. Suatu kali, tahun 2004 silam, dalam sebuah kesempatan wawancara pertelepon, untuk <em>Radar Bali,</em> sang gitaris, Dewa Budjana saat saya tanya bagaimana rasanya ikut geng &#8220;Pemusik Ramadan&#8221;, dia hanya ketawa saja. &#8220;Ah, sama saja. Sebagai musisi saya siap berkreasi dengan lagu bertema apa saja,&#8221; akunya.</p>
<p>Ditarik ke waktu yang lebih dulu lagi,  Koes Plus  juga  sempat  menelorkan  album kasidah. Dengan  pesan  lewat  lirik yang  tak  kalah  bernas,  dibandingkan  dengan  Bimbo  misalnya.  Masing-masing punya  karakter  tersendiri. GIGI pun begitu.</p>
<p>Nah. Yang repot, setelahnya. Akhirnya banyak yang menyusul juga. Rupanya pasar Ramadan yang hanya sebulan, sekitar 29 atau 30 hari ini telah menjadi pasar yang menggiurkan. Maklum, penduduk republik ini sudah 200 juta lebih. Kalau 80-90 persennya muslim, tentu ini pasar yang bukan main-main. Peka saja produser si kapitalis mengendusnya. Hingga sekarang beramai-ramai banyak pengikut album rohani.</p>
<p>Jadinya pun <em>ngeflat</em> saja. Sekadar mirip Bimbo, mirip  GIGI,  seperti  Ungu. Atau mirip Opick. Dengan  syair mengiba-iba. <em>Kayak </em>orang  yang  tiba-tiba ingat Tuhan saja. Tak enak menyebut nama bandnya. Yang jelas geli juga. Tapi ya biarlah. &#8220;Namanya juga usaha&#8221;. (Paling dalam batinnya mereka begitu, hahaha..)</p>
<p>Dalam kegelian saya berpikir. <em>Kok </em>tidak ada yang mencoba mencari jalan lain <em>ya</em>? Membuat album religi, mencari Tuhan, mendekati Tuhan, dengan syair yang tidak mengiba-iba. Saya jadi teringat <strong>Enya.</strong> Penyanyi yang lahir <span style="font-family:&quot;"><a title="17 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Mei">17 Mei</a> <a title="1961" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961">1961 </a></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;">di Gweedore, Donegal, di Irlandia. Yang kemerduan dan kesyahduan vokalnya seakan membawa oksigen di seantero Gunung Bromo, dulu, tahun 1996 silam, seakan tumpah ruah membawa ke alam raya, saat diputar bersama kawan-kawan waktu mendaki gunung.</span></p>
<p>Duh, kalau saja <strong>Enya </strong>itu seorang muslimah, dan membuat album religi, memuja semesta dengan caranya dia, tentu  alangkah &#8220;mengena&#8221;-nya.  Tak perlu  menyebut Tuhan,  Allah,  Ramadan,  <em>Ya </em> Rabbi  dan sejenisnya  dengan  memaksa. Tapi, setelah itu, habis lebaran sibuk lagi dengan berita gosip selebritis.  Wanita yang sering dijuluki si suara malaikat, si suara peri ini seakan mampu menyebarkan zikir untuk mengingat-Nya. Seperti di puja-pujinya dalam lagu <em>Carribean Blue</em>. Atau memuja tempat eksotik lainnya (termasuk Bali)  dalam <em>Orinoco Flow</em>.</p>
<p>Ah. Tapi ini hanyalah pengandaian saja. Selera pribadi. Ngawur juga mengkhayalkan seorang <strong>Enya </strong>si pemilik suara lembut yang pekerja keras dalam setiap kali menuntaskan album itu untuk jadi seorang muslimah (<em>kayak</em> Michelle Leslie saja, yang sempat pura-pura pakai kerudung waktu di PN Denpasar dan Lapas Kerobokan, hehehehe..).  Mendengarkan alunan titian nada-nada dari <strong>Enya</strong>, sehabis salat Subuh rasanya sudah nikmat sekali. <strong>[*] </strong></p>
<p><strong><span style="font-size:24pt;font-family:&quot;">ENYA*</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">Si Suara Malaikat</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;">Enya</span></strong><span style="font-family:&quot;">, lahir pada <a title="17 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Mei">17 Mei</a> <a title="1961" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961">1961</a>, mempunyai nama asli <strong>Eithne Ní Bhraonáin</strong> (yang dibaca <strong>Enya Brennan</strong>) adalah musisi solo <a title="Irlandia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irlandia">Irlandia</a> terbaik yang pernah ada. Enya sebenarnya terdiri dari 3 orang: Enya sendiri, yang menyusun dan memainkan musik; Nicky Ryan, sebagai produser; dan Roma Ryan, yang menulis lirik dalam berbagai bahasa.</span></p>
<table id="toc" class="MsoNormalTable" style="margin-left:6.75pt;margin-right:6.75pt;" border="0" cellpadding="0" align="left" summary="Daftar isi">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt;"><a name="Latar_belakang_musik"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="9" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">DIA </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"><span> </span>lahir di Gweedore, Donegal, di Irlandia pada tahun <a title="1961" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961">1961</a> di dalam keluarga musikal. Kakek-neneknya adalah anggota band Irlandia; ayahnya adalah pemimpin dari Slieve Foy Band sebelum membuka sebuah <em>pub</em>; dan ibunya bermain dalam sebuah <em>band</em> dansa yang kemudian mengajar musik di <em>Gweedore</em><em> Comprehensive School</em>. Eithne mempunyai 4 saudara laki-laki (Ciarán, Pól, Leon and Bartley) dan 4 saudara perempuan (Máire (Moya), Deirdre, Olive and Brídín), 3 orang diantaranya (Máire, Ciarán dan Pól) bersama 2 orang pamannya (Noel &amp; Padraig Duggan) bermain dalam band An Clann As Dobhair pada 1968 (yang kemudian berganti nama menjadi band Clannad pada sekitar tahun <a title="1970-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970-an">1970-an</a>).</span></h3>
<p><span style="font-family:&quot;">Pada <a title="1980" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980">1980</a>, Eithne bergabung dalam <a title="Clannad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Clannad">Clannad</a> dan ia pun memainkan <a title="Keyboard" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keyboard">keyboard</a> dan <em>backing vocals</em> dalam album mereka, Crann Úll (1980) and Fuaim (1982). Pada 1982, produser dan manajer Clannad, Nicky Ryan meninggalkan Clannad dan Eithne bergabung dengannya untuk memulai karir solonya sendiri.</span></p>
<h3><a id="Karir_Solo" name="Karir_Solo"></a><span class="mw-headline"><span style="font-family:&quot;">Album</span></span></h3>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a title="Watermark (1988), album kedua Enya yang mempopulerkan namanya ke seluruh dunia." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Enyawatermarkcover.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img class="thumbimage" src="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" border="0" alt="Watermark (1988), album kedua Enya yang mempopulerkan namanya ke seluruh dunia." width="175" height="175" /></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Enyawatermarkcover.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="15" height="11" /></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">Watermark</span></strong><span style="font-family:&quot;"> (1988), album kedua Enya yang mempopulerkan namanya ke seluruh dunia.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Eithne, bekerja dengan Nicky dan istrinya Roma, mereka merekam dua lagu instrumental berjudul &#8220;An Ghaoth Ón Ghrian&#8221; (&#8220;The Solar Wind&#8221;) dan &#8220;Miss Clare Remembers&#8221; yang dirilis pada 1984 dalam album kompilasi <em>Touch Travel</em>. Eithne mulai ditulis dengan Enya setelah menulis beberapa lagu untuk film The Frog Prince pada tahun 1984. Dia juga dikontrak untuk menyediakan musik untuk soundtrack dokumenter televisi The Celts pada tahun 1986. Musik yang ia produksi mulai diperkenalkan dalam album solo perdananya, <strong><em>Enya</em> </strong>(1987) namun hanya mengundang sedikit perhatian pada saat itu.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Enya meraih kesuksesan besar dalam karirnya pada tahun <a title="1988" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1988">1988</a> dengan album Watermark, yang berisikan lagu hit &#8220;Orinoco Flow&#8221; (&#8220;Sail Away&#8221;). &#8220;Orinoco Flow&#8221; menempati puncak tangga lagu di Inggris, dan albumnya terjual delapan juta kopi. Tahun 1991 dia mengeluarkan album hit berikutnya: <em>Shepherd Moons</em>, yang terjual sepuluh juta kopi dan membuat Enya meraih penghargaan Grammy Award pertamanya. Meskipun meraih <a title="Penghargaan Grammy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Grammy">Grammy Award</a> untuk &#8220;Album New Age Terbaik&#8221;, Enya sendiri tidak mengklasifikasikan musiknya kedalam aliran tersebut. Pada tahun 1992 Enya me rilis ulang Album <em>Enya</em> dengan title <em>The Celts</em>. Dan empat tahun kemudian, Enya kembali mendapatkan Grammy Award untuk albumnya <em>The Memory Of Trees</em> (<a title="1995" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1995">1995</a>).</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Pada <a title="1997" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1997">1997</a>, Enya merilis koleksi hits terbaiknya <em>Paint The Sky With Stars: The Best of Enya</em>, yang berisikan dua lagu baru. Dia pernah ditawarkan kesempatan untuk menyusun lagu untuk soundtrack film <a title="James Cameron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/James_Cameron">James Cameron</a>, <em><a title="Titanic (film)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titanic_%28film%29">Titanic</a></em>, pada tahun 1997, namun Enya menolaknya. Yang kemudian Cameron meminta komponis <a title="James Horner (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=James_Horner&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">James Horner</span></a> untuk mengadaptasi gaya Enya untuk lagunya. Yang hasilnya sangat mirip dengan hasil Enya sehingga beberapa sumber secara tidak sengaja melakukan kesalahan dengan menuliskan Enya sebagai penulis lagu-lagu tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a title="A Day Without Rain (2000), album kelima Enya." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Enyaadaywithoutraincover.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img class="thumbimage" src="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" border="0" alt="A Day Without Rain (2000), album kelima Enya." width="175" height="175" /></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Enyaadaywithoutraincover.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="15" height="11" /></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;">A Day Without Rain</span></strong><span style="font-family:&quot;"> (2000), album kelima Enya.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;">SETELAH </span></strong><span style="font-family:&quot;">penantian lama selama lima tahun, Enya merilis <em>A Day Without Rain</em> pada tahun <a title="2000" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2000">2000</a>. Album ini pun meraih pengghargan Grammy untuk kategori yang sama <em>Album New Age Terbaik</em>. Setelah <a title="Serangan 11 September 2001" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_11_September_2001">serangan 11 September 2001</a>, lagunya &#8220;Only Time&#8221; (dari <em>A Day Without Rain</em>) sering digunakan sebagai latar belakang pada sejumlah laporan radio dan TV mengenai serangan tersebut. Dia semula tidak setuju dengan penggunaan itu, terutama setelah beberapa versi tidak resmi dari &#8220;Only Time&#8221; yang dicampur dengan berbagai efek suara dari serangan tersebut mulai bermunculan. Yang akhirnya dia menyetujui untuk meliris edisi spesial dari lagu (remix) tersebut yang keuntungan dari hasil penjualan single tersebut disumbangkan bagi Dinas Pemadam Kebakaran US (Fire Fighter). Bagaimanapun, banyak fans Enya yang merasa marah dan tersinggung kalau musiknya telah dihubungkan dengan serangan tersebut. Yang kemudian terjadi kembali pada tahun 2002 dalan acara <a title="CNN" href="http://id.wikipedia.org/wiki/CNN">CNN</a>, <em>Larry King Live</em>, ketika gambar-gambar dari perang <a title="Afghanistan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afghanistan">Afghanistan</a> ditampilkan dan pada waktu yang bersamaan terdengar &#8220;May It Be&#8221;, sebuah lagu Enya yang tidak ada hubungannya dengan perang sama sekali. Hal ini telah memicu sejumlah komplain dari komunitas penggemar Enya.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Enya sendiri mengakui bahwa dia membutuhkan waktu yang lama untuk mengkomposisi musik. Akibatnya, penggemarnya harus menunggu selama lima tahun untuk menikmati tiap albumnya. Pada tahun 2004, Enya diberitakan sedang mengerjakan album berikutnya, tapi belum ada tanggal rilis resmi. Pada September <a title="2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004">2004</a>, lagu baru berjudul &#8220;Sumiregusa&#8221; diperkenalkan di Jepang sebagai bagian dari periklanan <a title="Panasonic" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panasonic">Panasonic</a>. Dalam pengumuman lagu tersebut, pihak Panasonic Japan mengumumkan bahwa album terbaru Enya dijadwalkan diliris (di Jepang, setidaknya) pada pertengahan November. Piahk Enya kemudian mengeluarkan press release pada website resminya pada tanggal 19 September, bahwa hal itu adalah suatu kesalahan dan tidak ada album baru dalam waktu segera ini.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Website resmi Enya di Jerman (www.enya.de) telah menyatakan bahwa album baru Enya mungkin akan dirilis di Jerman pada November 2005. Warner Music Germany telah menetapkan tanggal pengeluaran ini. Bagaimanapun, Aigle Music, yang dimiliki oleh Eithne Brennan dan Ryans secara langsung, belum mengumumkan pemberitahuan apapun. Sampai akhirnya pada tanggal 23 September 2005, Roma Ryan mewakili Enya mengumumkan bahwa Album terbaru Enya, yang berjudul &#8220;Amarantine&#8221; akan diliris pada akhir November 2005. Dan pada 21 November 2005, Amarantine diliris di seluruh dunia. Album tersebut mengandung 12 lagu baru yang termasuk didalamnya lagu &#8220;Sumiregusa (Wild Violet)&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Pada tanggal 9 September 2006, website resmi Enya mengumumkann bahwa pada tanggal 10 Oktober 2006 bekerja sama dengan <a title="NBC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/NBC">NBC</a>, akan meliris mini album (EP) berjudul <em>Sounds Of The Seasons</em> yang memuat 6 buah lagu. CD ini hanya tersedia pada jaringan toko <a title="Target (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Target&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">Target</span></a> di Amerika Serikat. Berdasarkan pengumuman resmi dari Aigle studio, lagu-lagu yang terdapat pada CD ini akan bertemakan tentang natal, beberapa judul diantaranya &#8220;Adeste Fideles&#8221;, &#8220;The Magic of the Night&#8221;, &#8220;We Wish You A Merry Christmas&#8221;, &#8220;Christmas Secrets&#8221; &#8220;Amid the Falling Snow&#8221; dan &#8220;Oíche Chiúin (Silent Night)&#8221;. Pada Desember 2006 Enya merilis ulang album Amarantine dengan judul Amarantine Special Christmas Edition yang berisi 2 keping CD, 1 CD berisi lagu-lagu dari album Amarantine dan 1 CD berisi lagu Adeste, Fideles, The Magic of the Night, We Wish You A Merry Christmas, dan Christmas Secrets..</span></p>
<h2><a id="Musik" name="Musik"></a><span class="mw-headline"><span style="font-family:&quot;">Musik</span></span></h2>
<p><strong><span style="font-family:&quot;">SEJUMLAH</span></strong><span style="font-family:&quot;"> <span> </span>lagu Enya dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa Irish Gaelic atau Latin, sementara yang lain bercampur dengan bahasa Inggris atau Inggris sepenuhnya. Roma Ryan telah menulis lirik dalam bahasa Welsh, Irlandia, Latin, Spanyol, dan bahkan bahasa yang diciptakan oleh <a title="J. R. R. Tolkien" href="http://id.wikipedia.org/wiki/J._R._R._Tolkien">J. R. R. Tolkien</a>. Dan pada album &#8220;Amarantine&#8221;, Roma Ryan telah berhasil menciptakan bahasa fiksi yang bernama &#8220;Loxian&#8221;. Yang terinspirasi oleh bahasa kaum peri dari seri The Lord of The Rings. dan memakainya pada tiga lagu pada album Amarantine .</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Enya telah menampilkan beberapa lagu yang berhubungan dengan The Lord of The Rings oleh J.R.R. Tolkien, termasuk &#8220;Lothlórien&#8221; (instrumental) pada tahun 1991 dan &#8220;May It Be&#8221; (dinyanyikan dalam bahasa Inggris dan Quenya) dan &#8220;Aníron&#8221; (dalam bahasa Sindarin) pada tahun 2001 – dua lagu terakhir muncul sebagai soundtrack film <a title="Peter Jackson" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peter_Jackson">Peter Jackson</a>, <em><a title="The Fellowship of the Ring (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Lord_of_The_Rings:_The_Fellowship_of_the_Ring&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">The Lord of The Rings: The Fellowship of the Ring</span></a></em>. &#8220;May It Be&#8221; dinominasikan pada upacara <a title="Academy Award" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Academy_Award">Academy  Award</a> tahun 2002 sebagai lagu terbaik, namun kalah oleh lagu milik Randy  Newtman, &#8220;If I Didn&#8217;t Have You&#8221; dari <a title="Monsters, Inc (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monsters%2C_Inc&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">Monsters, Inc</span></a>.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Enya telah memberikan beberapa pertunjukan secara hidup dalam berbagai acara televisi, peristiwa, dan upacara (pertunjukan terakhirnya adalah ketika acara penghormatan untuk keluarga Brennan yang mengambil tempat di Letterkenny) tetapi dia belum melakukan satu konser pun. Walaupun katanya, dia ingin sekali untuk melakukan itu suatu hari, dan menganggap itu adalah suatu tantangan besar.</span></p>
<h3><a id="Album" name="Album"></a><span class="mw-headline"><span style="font-family:&quot;">Album</span></span></h3>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a title="Album Amarantine" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Enyaalbumamarantine.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img class="thumbimage" src="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg" border="0" alt="Album Amarantine" width="200" height="202" /></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Enyaalbumamarantine.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="" width="15" height="11" /></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Album <em>Amarantine</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Enya (1987) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Watermark (1988) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Shepherd Moons (1991) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">The Celts (1992) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">The Memory of Trees (1995) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Paint The Sky With Stars (1997) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">A Day Without Rain (2000) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Amarantine (2005) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Amarantine Special Christmas Edition (2006) </span></p>
<h3><a id="Koleksi" name="Koleksi"></a><span class="mw-headline"><span style="font-family:&quot;">Single</span></span></h3>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">I Want Tomorrow (1987) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Evening Falls&#8230; (1988) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Orinoco</span><span style="font-family:&quot;"> Flow (1988) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Storms In Africa (1989) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">6 Tracks (1989) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Oíche Chiún (Silent Night) (1989) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">3 Tracks EP (1990) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Exile (1991) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Caribbean Blue (1991) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">How Can I Keep From Singing? (1991) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Book Of Days (1992) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">The Celts (1992) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Marble Halls (1994) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">The Christmas EP (1994) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Anywhere Is (1995) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">On My Way Home (1996) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Only If&#8230; (1997) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Only Time (2000) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Wild Child (2001) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Only Time (Remix) (2001) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">May It Be (2002) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Amarantine (2005) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">It&#8217;s In The Rain (2006) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Someone Said Goodbye Remix (2006) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Sounds of The Seasons EP (2006) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">It&#8217;s in the Rain /Adeste Fideles (2006) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Christmas Secrets EP (2006) </span></p>
<h2><a id="Penghargaan" name="Penghargaan"></a><span class="mw-headline"><span style="font-family:&quot;">Penghargaan</span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">1993 <a title="Penghargaan Grammy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Grammy">Grammy Award</a>, Best New Age Album untuk Shepherd Moons </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">1997 <a title="Penghargaan Grammy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Grammy">Grammy Award</a>, Best New Age Album untuk The Memory of Trees </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">2002 <a title="Penghargaan Grammy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Grammy">Grammy Award</a>, Best New Age Album untuk A Day Without Rain </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">2006 World Music Awad, Best Selling Irish Artist </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span><img src="PicExportError" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">2006 <a title="Penghargaan Grammy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Grammy">Grammy Award</a>, Best New Age Album untuk Amarantine </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">* <em>Diambil dari Wikipedia Indonesia</em></span></p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=63&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/15/enya-dan-tren-album-religi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Watermark (1988), album kedua Enya yang mempopulerkan namanya ke seluruh dunia.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">A Day Without Rain (2000), album kelima Enya.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Album Amarantine</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image" />

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="PicExportError" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Duh, Kapan Lapas Kerobokan Tak Overload</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/13/duh-kapan-lapas-kerobokan-tak-overload/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/13/duh-kapan-lapas-kerobokan-tak-overload/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 01:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[RILIS berita yang disampaikan Kasubbid Dokliput Polda Bali, AKBP Sri Harmiti, hari Rabu (3/9) tentang tangkapan tersangka narkoba cukup mencengangkan. Juga sangat perlu mendapat tanggapan serius. Betapa tidak? Hanya  dalam waktu delapan bulan, sudah ada 545 orang tersangka untuk benda haram yang susah diberantas itu. Selain perlunya keseriusan penangkapan pelaku, baik itu bandar, maupun pengedar, upaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=60&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RILIS</strong> berita yang disampaikan Kasubbid Dokliput <span class="yshortcuts">Polda</span> Bali, AKBP Sri Harmiti, hari Rabu (3/9) tentang tangkapan tersangka narkoba cukup mencengangkan. Juga sangat perlu mendapat tanggapan serius. Betapa tidak? <span class="yshortcuts">Hanya</span>  dalam waktu delapan bulan, sudah ada 545 orang tersangka untuk benda haram yang susah diberantas itu.</p>
<p><span id="more-60"></span><br />
Selain perlunya keseriusan penangkapan pelaku, baik itu bandar, maupun pengedar, upaya persuasif dan menangkal peredaran narkoba dari pemakai juga menjadi pekerjaan rumah (PR) serius. Mengingat, salah satu dampak social yang sulit dihindari dari daratan wisata macam Bali adalah benda adiktif itu.<br />
Dan, yang lebih mendesak lagi dari fakta tangkapan itu, selain PR penanganan narkoba, adalah bagaimana aparat <span class="yshortcuts" style="cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Hukum</span> dan HAM Bali bekerja serius untuk mengupayakan adanya sebuah lapas khusus. Yakni lapas yang layak, representatif khusus tahanan dan napi narkoba.<br />
Mengingat saat ini lapas kelas IIA di Kerobokan sudah sejak lama dinyatakan overload, kelebihan penghuni. Lapas dengan tanah seluas (hanya) empat hektare, yang di kanan –kirinya sudah padat permukiman tersebut sudah dihuni 800 lebih napi. Atau rata-rata 800-900-an napi dan tahanan. Padahal, daya tampung idealnya Cuma sekitar 350-an penghuni saja.<br />
Tidak bisa dibayangkan, dari 545 tersangka narkoba, yang separo lebih tangkapan Denpasar itu nanti akan menghuni Lapas Kerobokan. Yang berisi separo lebih napi/tahanan narkoba. Tentu akan semakin padat dan menyesak lapas itu.<br />
Padahal, dari penelusuran Koran ini, tahun 2003 silam, Sriyanto, Kakanwil Hukum dan HAM pernah menyatakan segera memindahkan napi narkoba ke lapas Bangli. Yang katanya sudah dibangun.<br />
Keberadaan napi/tahanan yang berjubel, sejauh ini juga terbukti menjadikan pengamanan lapas tak maksimal. Malah beberapa kali selalu saja kebobolan narkoba dari balik jeruji penjara. Yang terkini, beberapa waktu lalu, terdakwa Made “Sutama” Minggik juga dikeroyok di hotel prodeo itu. Ini menunjukkan bahwa kondisi lapas sudah jauh dari ideal, karena kelebihan penghuni.<br />
Alasan kendala teknis, ketiadaan dana dan lahan disebut-sebut sebagai biang kegagalan memindahkan napi/tahanan dari lapas narkoba dari Kerobokan. Tapi, sejauh ini langkah-langkah riil dinas terkait untuk membuat lapas khusus narkoba belum nampak.<br />
Padahal, sudah muncul kasus seorang kepala pengaman lapas (KPLP) macam Sudrajad bisa terjerambab sebagai pemakai narkoba. Dan gantian dijebloskan ke penjara. <span class="yshortcuts">Jadi</span>, seharusnya dari situ sudah ada gambaran, bagaimana kondisi pemakaian dan peredaran narkoba di lapas. Dan, membiarkan kondisi berlarut-larut hingga memunculkan dampak atau musibah lebih buruk adalah hal yang mengerikan. Dan kita semua tidak mengharapkan, ada kejadian yang lebih buruk dari kasus Sudrajat. <strong>[*]   </strong></p>
<p><strong>MEREKA yang PERNAH MEMIMPIN LAPAS KEROBOKAN</strong></p>
<p>1. Baldwin Simatupang (2000-2001)</p>
<p>2. Dedi Sutardi (2001-2003)</p>
<p>3. Tulus Widjajanto (2003-2004)</p>
<p>4. Bromo Setyanto (2004-2006)</p>
<p>5. Ilham Djaya (2006-2008)</p>
<p>6. Yon Suharyono (2008-&#8230;.)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=60&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/13/duh-kapan-lapas-kerobokan-tak-overload/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untung, Zaman Muhammad SAW Dulu Tak Ada TV</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/09/untung-zaman-muhammad-saw-dulu-tak-ada-tv/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/09/untung-zaman-muhammad-saw-dulu-tak-ada-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 19:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[HUAHAHAHAHA&#8230;HAHAHA&#8230;Kesel, tapi tetap ngakak, karena memang lucu. Ini saat nonton Trans TV, saat acara jam sahur selama Ramadan 1429 Hijriyah, sekarang ini. Soalnya di situ ada Komeng, Tessy, Adul, yang disuruh berdiri diem, kedip-kedip mata saja sudah lucu. Tak beda jauh dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, kemasan acara TV praktis tak jauh berbeda. Sinetron berbau (dipaksakan) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=55&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HUAHAHAHAHA&#8230;HAHAHA</strong>&#8230;Kesel, tapi tetap ngakak, karena memang lucu. Ini saat nonton Trans TV, saat acara jam sahur selama Ramadan 1429 Hijriyah, sekarang ini. Soalnya di situ ada Komeng, Tessy, Adul, yang disuruh berdiri diem, kedip-kedip mata saja sudah lucu.</p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>Tak beda jauh dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, kemasan acara TV praktis tak jauh berbeda. Sinetron berbau (dipaksakan) relijius, kuis bersama artis tetap jadi menu utama. Pindah-pindah channel juga sama juga, sami mawon, setali tiga uang. Percuma saja. Hanya Metro TV, yang cukup serius menyiram rohani dengan tafsir Quran, bersama Qurais Shihab. Selebihnya? Hura-hura, dibungkus Ramadan.</p>
<p>Dari kacamata dunia hiburan memang tidak salah. Dari kalkulasi hitungan pasar, berdasar segmen, sepertinya memang harus begitu (?). Tapi kok ya terus-terusan ya? Bagi mereka yang imsomnia, susah tidur dan (punya bawaan lahir) malas ke masjid, nonton TV saat puasa cukup menyenangkan. Paling tidak, setahun sekali bisa melihat artis bekerja keras jadi pelawak (bagi yang bukan pelawak).</p>
<p>Tapi kalau Ramadannya cuma untuk buang-buang waktu nonton lantas dapat apa, ya? Iya, stasiunnya panen iklan. Tapi, khalayak dunia ketiga yang kelas menengah -bawahnya (termasuk saya) konon diberi bulan penuh rahmat ini jadi hedon, makan buka puasa enak-enak, baju baru saat Lebaran dan sebulan penuh cuma nonton TV,endapan perilaku ibadahnya macam mana ya?</p>
<p>Waktu masih SD dulu, saat Jumatan saya pernah dapat cerita, bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang begitu istimewa. Pahala dilipatgandakan, setan dibelenggu, seakan golongan iblis, ifrit, dhemit, leak, divonis sebulan untuk ngendon di goa, tak boleh mengganggu.</p>
<p>Mereka yang dianggap satu korps dengan setan, satu &#8220;aliran politik&#8221; dengan dhemit, macam pelacur, diberangus. Yang benda mati macam minuman keras, kafe, diserbu. Tapi, setannya nyelonong di TV dibiarkan. Hahahahaha&#8230;</p>
<p>Padahal, saking dahsyat dan istimewanya Ramadan ini ada sebuah perawi cerita yang menyebut bahwa Nabi Musa (Moses) yang sempat mendengar kabar ada bulan istimewa itu dia jadi iri. Dan sempat meminta kepada Tuhan untuk diberikan kepada kaumnya. Tapi tidak dikabulkan.</p>
<p>Repot memang. Si pembawa wahyu,  sang  tauladan paling mulia,  Muhammad  SAW  sudah  ribuan  tahun silam mangkat. Kita (tepatnya saya) , seandainya bisa meniru 50 persen saja amalan Ramadan beliau sudah hebat luar biasa. Mampu mengikuti 10 persen ibadahnya pun sudah excellent. Eh,  malah ada televisi yang selalu menggoda.  Coba kalau  zaman  Muhammad  SAW  dulu sudah  ada  TV, tentu  sudah dilarangnya. Dan, SBY tinggal menyambungnya  dengan alasan hemat listrik. &#8220;Ahlan wasahlan, Tessy, Adul, Komeng&#8221;. Meski kesel, tapi saya tetap menontonnya&#8230; Terpaksa. Huahahaha. <strong>[Denpasar,10/9/08] </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=55&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/09/untung-zaman-muhammad-saw-dulu-tak-ada-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amrozi Cs yang Batal Didor</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/09/amrozi-cs-yang-batal-didor/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/09/amrozi-cs-yang-batal-didor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 18:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[ADA sejumlah cerita tentang tiga sekawan terpidana mati Bom Bali 1 (istilah ini sendiri usai bom kedua sempat memantik kontroversi. Kesannya, kok berseri) yang masih tersimpan di file otak, selama liputan seusai kejadian Sabtu malam Minggu, 12 Oktober 2002 dulu. Maunya tak tulis, tapi belum ada feel, tak kunjung datang mood untuk itu. Cuma sekadar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=51&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ADA</strong> sejumlah cerita tentang tiga sekawan terpidana mati Bom Bali 1 (istilah ini sendiri usai bom kedua sempat memantik kontroversi. Kesannya, <em>kok</em> berseri) yang masih tersimpan di file otak, selama liputan seusai kejadian Sabtu malam Minggu, 12 Oktober 2002 dulu. Maunya tak tulis, tapi belum ada <em>feel</em>, tak kunjung datang <em>mood</em> untuk itu.<span id="more-51"></span></p>
<p>Cuma sekadar cerita-cerita ringan saja. Yang mungkin masih enak dibaca. Seperti soal Ali Imron, adik Amrozi yang takut merokok di depan kakaknya. Imam yang sempat mengirim surat somasi (surat dengan tulisan tangan yang disampaikan pengacaranya, dari TPM ini masih saya simpan sampai sekarang) dan Muklas  yang  tak ingin polemik dengan  adiknya  jadi  konsumsi  pers.</p>
<p>Mungkin di lain kesempatan saja, menyusul. Sekalian ngumpulin <em>file</em> lama. Maunya sih nunggu momentum kalau memang eksekusi itu benar dilakukan. Hehehehe&#8230;Tergantung pemerintahnya <em>pede </em>apa <em>nggak</em>, kayaknya. Soalnya, jaksa  yang menuntut  mati Amrozi  (Urip)  sendiri  kena  vonis  20  tahun. Hahaha..lucu, ya. Ya, ntar menyusul, lah&#8230;</p>
<p><strong>MEREKA yang (BATAL) DIDOR</strong><br />
<strong>1.  NAMA</strong> : <strong>Amrozi bin Nur Hasyim</strong><br />
NAMA  JULUKAN : Smiling suspect<br />
LAHIR : Lamongan, 3 Juli 1962<br />
UMUR : 46 tahun<br />
PERANAN : Perencana operasi pengeboman, pembeli bahan bom<br />
TERTANGKAP  : 5 November 2002<br />
LOKASI : Di <span class="yshortcuts">Desa</span> Tenggulun, Solokuro, Lamongan<br />
VONIS : <span class="yshortcuts">Hukuman mati</span>, Kamis 7 Agustus 2002<br />
EKSEKUSI  :&#8230;&#8230;?<br />
<strong>2. NAMA :</strong> <strong>Abdul Azis bin Sihabudin</strong><br />
NAMA ALIAS : <span class="yshortcuts">Imam Samudra</span>, Hudama, Fatih, Hendri, Faiz Yunsar, Heri, Andre, Sutomo, Alvian Yadri Hutabarat<br />
LAHIR : Serang, 14 Januari 1970<br />
UMUR : 38 tahun<br />
PERANAN : Komandan operasi, perencana lokasi pengeboman<br />
TERTANGKAP : 21 November 2002<br />
LOKASI : Di Merak, Banten<br />
VONIS : Hukuman mati, Rabu, 10 September 2003<br />
EKSEKUSI : &#8230;&#8230;.?</p>
<p><strong>3. NAMA :</strong> <strong>Ali Ghufron bin Nur Hasyim</strong><br />
NAMA ALIAS : Muklas<br />
LAHIR :  <span class="yshortcuts">Lamongan</span>, 2 Februari 1960<br />
UMUR : 48 tahun<br />
PERANAN : Perencana, pemberi dana pengeboman dari Wan Min bin Wan Mat<br />
TERTANGKAP :  4 Desember 2002<br />
LOKASI : Di Desa Mlandangan, <span class="yshortcuts">Klaten</span><br />
VONIS : Hukuman mati, Kamis, 2 Oktober 2003<br />
EKSEKUSI : &#8230;&#8230;..?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=51&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/09/amrozi-cs-yang-batal-didor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Tuhan ke Mbah Google</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/07/mencari-tuhan-ke-mbah-google/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/07/mencari-tuhan-ke-mbah-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 17:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[SEBELUMNYA perlu saya tegaskan bahwa tulisan ini tidak ada maksud atau tendensi apapun untuk membuat perasaan tidak enak atau menyinggung siapapun yang membacanya. Ini tak lebih hanya catatan pribadi saja, bahwa suatu hari di bulan Ramadan ini saya iseng &#8220;Mencari Tuhan&#8221; di dunia maya lewat search engine Google. Atau untuk selanjutnya kusebut saja Mbah Google, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=40&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEBELUMNYA</strong> perlu saya tegaskan bahwa tulisan ini tidak ada maksud atau tendensi apapun untuk membuat perasaan tidak enak atau menyinggung siapapun yang membacanya. Ini  tak lebih hanya catatan pribadi saja, bahwa suatu hari di bulan Ramadan ini saya iseng &#8220;Mencari Tuhan&#8221;  di dunia maya  lewat <em>search  engine</em> Google. Atau untuk selanjutnya kusebut saja Mbah Google, yang banyak menolong, tanpa kejelasan identitas kelamin ini.<span id="more-40"></span></p>
<p>Ternyata  saya tidak sendirian. Buanyak sekali yang  tulisan-tulisan tentang &#8220;Mencari Tuhan&#8221;. Pun dengan tema beragam.  Dari  yang  sekadar  nulis, sampai  yang  serius  mengangkat  tema  ini,  seperti  di  Yahoo Answer hingga Karen Amstrong.  Kang  Sobari dengan  <em>Kang Sejo Mencari Tuhan</em> juga ada. Malah ada Ayos Purwoaji yang menulis berjudul sama,  &#8220;Mencari Tuhan di Google&#8221;.</p>
<p>Senang juga, banyak teman gelisah mencari Tuhan. Dengan latar tulisan yang rupa-rupa. Dari ala kadarnya, hingga yang serius dengan tinjauan ilmiah. Juga ada yang berargumentasi berpanjang lebar. Njelimet. Ada yang anarkis, semaunya menyampaikan alasan, hingga yang terkesan alim, taat, tak mau mengutak-atik wilayah &#8220;Sangkan Paraning Dumadi&#8221; itu.</p>
<p>Tahun 1980-an, ada kelompok musik eksperimental asal Jogja, yang dikomandani Bram Makahekum (anak didik Rendra, di Bengkel Teater) yang musiknya selain peranti band alektrik, juga mengusung peralatan instrumen bebunyian se-Nusantara tercinta,  mengambil tema album <em>Mencari  Tuhan.</em> Tapi di syairnya tak ada ending jelas, apakah mereka menemukannya atau tidak. Hanya bercerita soal pencarian saja.</p>
<p>Waktu masih kuliah, salah satu buku favoritku adalah <em>Pergolakan Pemikiran Islam</em>, catatan harian Ahmad Wahib, almarhum, terbitan LP3ES. (Tiga kali saya beli buku itu hilang terus, dipinjam teman, <em>nggak </em>balik). &#8220;Si HMI murtad&#8221; yang mati muda dan bukunya dikecam habis sama Ahmad &#8220;Gogon&#8221; Sumargono ini selalu gelisah mencari Tuhan.</p>
<p>Salah satu kutipan wartawan majalah <em>Tempo</em>, kelahiran Sampang, Madura, 9 November 1942 yang meninggal 31 Maret 1973 ini, antara lain menulis soal <em>Kelakar dan Tuhan</em>. Bunyinya : <em>Menempatkan Tuhan sebagai objek pergurauan  sering cukup bermanfaat, karena hal itu mencerdaskan otak dan buat sementara membebaskan jiwa dari tabu atau ikatan. </em></p>
<p><em>Walaupun begitu, tidak benar kalau kita berhenti pada kelakar. Isi kelakar sebaiknya segera diperhalus, dan dirumuskan dalam batin yang serius. Dia harus disophistikasikan.</em></p>
<p><em>Sementara teman-teman berhenti pada kelakar. Dan sebagian lain sama sekali tidak menyukai menjadikan Tuhan sebagai objek kelakar. </em>Catatan tersebut ditulisnya 13 Oktober 1972.</p>
<p>Atau pada bagian lain dia menyatakan &#8220;iri&#8221; pada seniman yang mampu masuk wilayah yang lebih peka kepada kesemestaan, humanisme. Sehingga dirasa lebih mampu mendekat pada penginderaan untuk-Nya. Seperti dalam kalimat : <em>Seniman selalu berbicara pada keadaan yang paling hakiki. Karena itu, seorang manusia seniman adalah orang yang paling potensial untuk berjumpa dengan Tuhan. </em>Ini tulisannya pada 17 Agustus 1969 silam.</p>
<p>Ada banyak anekdot soal Tuhan beredar di masyarakat kita. Baik Tuhannya orang Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu, semua ada. Tapi, hanya sebatas  anekdot forum terbatas saja menyampaikannya.  Tak ada  yang terang-terangan  menyampaikannya, dalam suatu  forum  khusus, apalagi  resmi, kemudian membahasnya  dengan  jernih, tulus,  setelah memuaskan  diri  menertawakannya.  Masih  SARA. Tapi,  di luar  canda, praktik  kekerasan  SARA  tetap merajalela.  Ironis  memang.</p>
<p>Saya sendiri menyimpan  sejumlah <em>file</em> anekdot tentang Tuhan yang saya hafal di luar kepala, namun tetap pikir-pikir untuk menulisnya, karena blog ini juga dibaca orang lain. Dan, terus terang saya paling malas berhadapan dengan kelompok orang yang memposisikan Tuhan begitu lemah, manja, tak berdaya. Sehingga harus dibela dengan mengatasnamakan-Nya. Repotnya, itu di agama apapun ada kelompok yang begitu.</p>
<p>Yang paling konyol, barangkali adalah Jim Carey, dalam film-nya <em>Bruce Almighty</em>. Film yang bercerita tentang wartawan yang sering apes ini suatu kali didatangi lelaki tua, negro. Pak tua itu ternyata Tuhan, yang sedang jenuh  dan minta digantikan oleh Carey, yang jadi Bruce. Bisa ditebak, dunia kacau balau sejak Yang Maha Kuasa beralih ke Bruce. Salah satu adegannya yang paling menarik adalah saat dia mengabulkan doa seluruh manusia di dunia.</p>
<p>Imajinasi yang liar, tapi senang menontonnya. Seakan satu meja dengan Tuhan dan mengajaknya bercanda. Tapi, lagi-lagi di ujung adegan dia kena semprot, Tuhan datang dan balik lagi meminta kekuasaan yang dipinjamkan itu. Bruce juga dianggap gila, oleh teman-temannya, sejak kejadian itu.</p>
<p>Lantas, kemana Tuhan mesti dicari? Itulah yang menarik. Setelah nyari di Mbah Google tidak ketemu dengan pasti, akhirnya saya  cuma bisa menulis ini. Tuhan harus terus dicari. Bukan urusan bisa ketemu atau tidak, karena walaupun ketemu, tetap susah untuk diceritakan. Atau malah dianggap sinting, seperti Bruce.  <strong>[Denpasar, 8/9/2008] </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=40&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/09/07/mencari-tuhan-ke-mbah-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andy Tielman dan Pak Selamet</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/08/30/andy-tielman-dan-pak-selamet/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/08/30/andy-tielman-dan-pak-selamet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 19:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[LEPAS dari segala plus minus-nya, perhelatan Jakarta Rock Parade, 11,12,13 Juli di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, yang telah lewat, dengan menampilkan tak kurang dari 100 band rock telah meninggalkan kesan tersendiri. Soalnya, di situ hadir &#8220;Pak Tua&#8221; Andy Tielman, pentolan The Tielman Brothers, WNI asal Kupang (dulu) yang hijrah ke negeri Belanda dan bandnya disebut-sebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=29&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LEPAS</strong> dari segala <em>plus minus</em>-nya, perhelatan Jakarta Rock Parade, 11,12,13 Juli di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, yang telah lewat, dengan menampilkan tak kurang dari 100 band rock telah meninggalkan kesan tersendiri. Soalnya, di situ hadir &#8220;Pak Tua&#8221; Andy Tielman, pentolan <em>The Tielman Brothers</em>, WNI asal Kupang (dulu) yang hijrah ke negeri Belanda dan bandnya disebut-sebut mempengaruhi (setidaknya) George Harrison, saat tampil di Hamburg, Jerman, sepanjang rentang akhir 1950-an, hingga awal 1960-an.<span id="more-29"></span></p>
<p>Rasa penasaran pun mencuat. Selain cari di majalah <em>Rolling Stone </em>edisi Indonesia, di dunia maya lelaki yang masa kanak-kanaknya di Surabaya, Arek Suroboyo, ini ternyata jadi bahasan di sejumlah blog. Biasa, ada pro dan kontra, untuk ulasan Tielman bersaudara yang disebut-sebut mengilhami The Beatles dan beratraksi begitu atraktif. Tak kalah dengan biang rockabilly Straycats, lengkap dengan <em>standing </em>bas alias bas betot itu.<!--more--></p>
<p>Yang mengharukan adalah adanya sejumlah komentar : &#8220;Saya bangga jadi Orang Indonesia, sejak membaca Tielman Brothers&#8221;. Maklum, Tileman Brothers disebut-sebut atraksinya tak kalah dengan Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore atau gaya panggung The Who.</p>
<p>Tapi sebagian lagi, yang merasa &#8220;anak cucu&#8221; kuartet asal Liverpool, The Beatles, dengan sinis ngakak.&#8221;Mimpi kali yee, mengklaim orang Melayu mempelopori rock n roll&#8221;.</p>
<p>Sah-sah saja semua berkomentar . Mau bilang &#8220;Tai kucing&#8221; atau &#8220;Tai asu&#8221; juga haknya. Yang jelas kantor berita AP pun korespondennya, Robin Mc. Dowell menyebut &#8220;Indonesia Menemukan Kembali Leganda Rocknya&#8221;, tulisnya, <em>Indonesia Rediscovers It&#8217;s Own Rock Legend. </em>Entah itu sekadar basa-basi atau tidak, ada fakta semacam itu.</p>
<p>Yang jelas, secara pribadi aku jadi tercenung. Mantan warga Kupang, NTT, yang masih fasih berbahasa Jawa Suroboyoan ini tetap santun. Meski sempat ditulis majalah <em>Rolling Stone </em>edisi 1970-an, perihal pengakuan kagum George Harrison, tapi dia tetap menghindari potensi narcis. <em>&#8220;Wong Jowo gak oleh sok-sokan&#8221;</em> begitu kutip <em>Rolling Stone</em> Indonesia, dalam sebuah wawancara.</p>
<p>Ah. Saya jadi teringat guyonan kita, sebagai orang republik, yang untuk beberapa gelintir orang suka menertawakan diri sendiri. Seperti misalnya bikin anekdot bahwa yang pertama kali datang ke bulan bukanlah orang Amerika sendiri. Tapi bersama orang Indonesia, pak Selamet, namanya. Buktinya, di koran-koran judulnya :&#8221;Neil Amstrong mendarat di bulan dengan Selamat&#8221;.</p>
<p>Atau guyonan tentang pemain bola asal Bali, yang merumput di Inggris. Bahkan masuk tim inti skuad timnas Negeri Ratu Elyzabeth. Namanya I Wayan Rooney. Juga pelatih bola kesohor, asal Jombang, yang anak seorang kiai NU. Sekarang menangani timnas Russia. Namanya Guus Hinddink. Masih saudaraan sama Gus Dur, Gus Solah, Gus Im dan lain-lain.</p>
<p>Lumayan, <em>joke</em> yang selalu saja banyak terceletuk, saat ngumpul, dengan keadaan yang memungkinkan untuk dilontarkan. Tapi, di satu sisi sedih juga. Kita, yang secara tidak sadar terwarisi mentalitas inlander, kok jadi begitu gampang untuk tidak percaya diri. Meski bisa sehat secara psikologis, dengan menertawakan diri sendiri.</p>
<p>Tapi, kalau melihat tayangan di <em>You Tube</em>, tentang cuplikan gaya panggung <em>The Tielman Brothers</em> tahun 1960, dari TV Jerman, rasanya memang kita perlu bangga pada Tielman bersaudara asal Nusa Tenggara Timur itu. Apanya yang membuat kita minder, tidak percaya diri bahwa ada orang Indonesia yang mempelopori rock n roll, kalau ratu Belanda saja sudah mengakui bahwa Andy Tielman dan adik-adiknya adalah pelopor di negeri Belanda?</p>
<p>Kalau saja negeri ini pemilik Reuters, AP, AFP, MTV, majalah Rolling Stone, tentu The Tielman Brothers sejajar dengan Buddy Holy, Chuck Berry. Andy Tielman dengan gitar 10 senarnya layak untuk diapresiasi sebagai kejeniusan orang Nusantara. Manusia Indonesia yang sempat diundang Bung karno tampil di istana. Bukankah sejarah memang milik orang kaya (negara-negara besar/kapitalis) ? Sehingga orisinalitas mereka susah atau tidak mendapat tempat untuk diapresiasi secara <em>fair</em>?</p>
<p>Seorang musisi sekelas Little Richard, yang negro, berkulit gelap, dalam suatu kesempatan setelah masa senjanya diwawancarai MTV sempat nyeletuk dengan kalimat satire, menyengat, menyedihkan, penuh kadar canda, tapi faktual. Ini terkait dengan kalah ngetopnya dia dibandingkan dengan Elvis Presley, yang bule.&#8221;Kesalahan terbesar saya sebagai musisi adalah karena saya terlahir sebagai seorang negro,&#8221; akunya. Dan <em>joke</em> ini disambut tawa gegap gempita yang menontonnya.</p>
<p>Dan, begitu <em>The Tielman Brothers</em> banyak diapresiasi, Andy Tielman yang sudah kakek-kakek uzur masih lincah beraksi, sebagian mental inlander itu masih saja sulit menalar  dengan akal jernih, bahwa ini bukan cerita Pak Selamet mendarat ke bulan bersama Neil Amstrong. Tapi, cerita yang sebenarnya. Ini hal yang bukan tidak mungkin. Kalau kita punya kesempatan dan bisa mengikuti pola disiplin mereka, macam yang dilakukan bule itu kita bisa, <em>kok</em>. Kasihan juga mereka yang punya nama Selamet, terus terusan jadi olokan sikap <em>inlander </em>genetik kita. &#8220;Tabik, mbah Tielman! <em>Keep on rockin</em>!&#8221; [*]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=29&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/08/30/andy-tielman-dan-pak-selamet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Heru Emka : Guruku yang Hilang, Eh Ketemu…</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/08/30/heru-emka-guruku-yang-hilang-eh-ketemu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/08/30/heru-emka-guruku-yang-hilang-eh-ketemu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 17:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[AKHIRNYA aku bisa kontak juga sama salah satu orang yang banyak menginspirasiku, Heru Emka. Walah mas…”Enek ae nduyo iki. Goro-goro enek Google, handphone, akhire aku iso ketemu sampeyan,” setelah nggak kontak sekitar 17-18 tahun. “Suwe pol, ya? He..hehe” Begitu buka-buka file sampeyan, langsung memoriku balik ke era radio IBC, IBC Metalian Clan. Ingat sampeyan jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=18&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AKHIRNYA</strong> aku bisa kontak juga sama salah satu orang yang banyak menginspirasiku, <a href="http://kajianbudaya.blogspot.com">Heru Emka.</a> Walah mas…”<em>Enek ae nduyo iki. Goro-goro enek Google, handphone, akhire aku iso ketemu sampeyan</em>,” setelah nggak kontak sekitar 17-18 tahun. “Suwe pol, ya? He..hehe”</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Begitu buka-buka <em>file</em> sampeyan, langsung memoriku balik ke era radio IBC, <em>IBC Metalian Clan</em>. Ingat sampeyan jadi kepala suku metal ABG dulu, akhir 1980-an, awal 1990-an. Penyiar metal paling top! Walah, akhirnya ketemu juga, sama guru, kakak, teman, yang suka pakai topi ala pak Tino Sidin ini. Dramatis juga, ya, hehehehe..(didramatisir dewe aelah, hehehe..).</p>
<p><!--more-->Kalau ingat era metal-metalan dulu geli juga, <em>ya</em>, ingat kalau ribut <em>nonjolin</em> band favorit. Padahal sama-sama membualnya, hehehe..Ingat Dede Led Zeppelin yang fanatik berat Jimmy Page.”Untung, dulu namaku sama sekali nggak tak embel-embeli nama rocker, <em>kayak</em> yang lain. Alhamdulilaaaah. Jadi <em>nggak</em> tambah geli, hehehe..”</p>
<p>Kilas balik yo mas. Habis lulus SMAN 1 Jepara, tahun 1991 dulu, aku nerusin kuliah di Malang, di Unmuh Malang, Muhammadiyah Malang, Jatim. Pilih di Malang, soale aku pikir di Malang kota yang metal, selain Surabaya, waktu itu..[kalau tolok ukurannya festival Log Zhelebour. Semarang cuma ada Celcius, ya kalau nggak salah? Belum ada Radical Corps] aku Ambil Fisipol, Komunikasi, nimbrung di majalah Fisipol <em>MUARA</em>. Lulus molor, baru kelar tahun 1998.</p>
<p>Habis lulus aku ngeluyur lagi, tiga tahun, dari Jakarta, Jogja, Blitar, Lombok, gonta-ganti profesi. Akhirnya baru di Bali, di <em>Radar Bali</em>, <em>Jawa Pos</em>, sampai sekarang. Kalau nggak mikir <em>ngawinin</em> anak orang, paling aku nggak betah, kerja menetap. Pengin ngeluyur terus. <em>Mbambung </em>terus,hehehe…</p>
<p>Oh ya, waktu <em>mbambung </em>di Jakarta, 8 bulan, aku sering nongkrong di kawasan audio bekas mas. Kaset, VCD,DVD, di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, mas. Suatu hari aku ngakak. Aku nemu kaset bekase sampeyan di situ, di Jatinegara, Jakarta. Ada kaset koleksine sampeyan, ada tanda tangannya segala, Heru Emka, hahaha..Sayang aku lupa, kaset apa. Aku mikir :”<em>Kok</em> bisa dijual ke sini sing maling <em>sopo, yo</em>? “ Tapi serius ini mas. Juga nemu buku puisine sampeyan, <em>Tanda</em>, terbitan Balai Pustaka.</p>
<p>Aku juga penasaran sama Atong. Waktu aku kuliah, dia pernah ke Malang. Tapi aku <em>nggak </em>ketemu. Dia temennya temenku, anak ISI Jogja asal Malang, Jumali, anak teater. Tapi aku belum yakin kalau itu Atong <em>Metalian Clan</em> dulu. Ternyata memang Atong wong edan dulu, haha..</p>
<p>Di Bali aku sudah tujuh tahun mas. Anakku dua, cewek-cowok. Tiap hari dikejar deadline, hehehe..tapi <em>enjoy aja, ya</em>. Pegang halaman kota, jenuh juga, rutinitas. Udah hampir tiga tahun ini, rutinitas.</p>
<p>AKu sempat bikin komunitas Classic Rock, mas, di Denpasar ini. Sama teman-teman rocker angkatan lama, HARLEY ANGELS, juara festival Log helebour pertama, tahun 1984. Angkatan 1980-an, zaman Elpamas. Tapi sekarang sudah wassalam. Sponsornya <em>nggak </em>ada.</p>
<p>Oke mas. Segini dulu. <em>Ntar</em> tak sambung. Aku masih jemput anakku sekolah, ini. Salam kagem keluarga. <em>Matur Nuwun.</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=18&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/08/30/heru-emka-guruku-yang-hilang-eh-ketemu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersuara dengan Hati Nurani</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/07/26/tonsu/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/07/26/tonsu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 06:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang apa saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=3&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://haripuspita.files.wordpress.com/2008/08/img_0115.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-15" src="http://haripuspita.files.wordpress.com/2008/08/img_0115.jpg?w=224&#038;h=113" alt="" width="224" height="113" /></a></p>
<p><a href="http://haripuspita.files.wordpress.com/2008/08/img_01821.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-13" src="http://haripuspita.files.wordpress.com/2008/08/img_01821.jpg?w=224&#038;h=398" alt="" width="224" height="398" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=3&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/07/26/tonsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://haripuspita.files.wordpress.com/2008/08/img_0115.jpg?w=128" medium="image" />

		<media:content url="http://haripuspita.files.wordpress.com/2008/08/img_01821.jpg?w=455" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jaksa Urip, yang Saya Kenal</title>
		<link>http://haripuspita.wordpress.com/2008/04/03/jaksa-urip-yang-saya-kenal/</link>
		<comments>http://haripuspita.wordpress.com/2008/04/03/jaksa-urip-yang-saya-kenal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 17:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haripuspita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haripuspita.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[HARI Minggu (2/3) malam lalu saya dapat kabar soal ditangkapnya seorang jaksa yang karirnya bak meteor, Urip Tri Gunawan. Mantan konseptor dakwaan terpidana mati Bom Bali 1, Amrozi, ini bak kisah novel saja, jalan hidupnya. Apalagi setelah keesokan paginya setiap satu jam dan hampir dari menit ke menit di televisi ada tayangan dan running text [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=22&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HARI</strong> Minggu (2/3) malam lalu saya dapat kabar soal ditangkapnya seorang jaksa yang karirnya bak meteor, Urip Tri Gunawan. Mantan konseptor dakwaan terpidana mati Bom Bali 1, Amrozi, ini bak kisah novel saja, jalan hidupnya.<span id="more-22"></span></p>
<p>Apalagi setelah keesokan paginya setiap satu jam dan hampir dari menit ke menit di televisi ada tayangan dan running text tentangnya. Lelaki kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 42 tahun silam ini telah membalik telapak tangannya yang tertera takdir, dengan hidup bertema baru : From Hero To Zero.<!--more--></p>
<p>Betapa tidak?  Jaksa satu yang sempat saya kenal baik saat ngepos di berita-berita hukum ini memang berkarir menonjol. Dengan kasus yang banyak jadi sorotan media. Mulai kasus korupsi Yayasan Bali Dwipa (YBD) bernilai Rp 2,3 miliar, dengan terdakwa Sugiri dan Ida Bagus Oka, kasus 13,5 kilogram kokain Victor Navaro Garcia- Clara Elena Umana Gautrin, asal Meksiko, hingga yang terakhir dugaan kasus korupsi BLBI.</p>
<p>Terus terang, sebagai orang yang sempat kenal baik dengan bapak tiga anak ini, saya kaget. Yang pertama, ya jelas soal kasus suapnya. Yang kedua : “Kok bisa dia yang ngambil ya?”. Dan, yang ketiga adalah, duit USD 660.000 USD atau Rp 6,1 miliar itu nolnya berapa ya? Imajinasi saya susah membayangkan, untuk angka ini, soalnya.</p>
<p>Urip pun mengingatkan saya dengan salah satu lagu grup musik rock asal Bandung, Seuries, lewat lagu Jaksa Juga Manusia, eh, Rocker Juga Manusia. Tapi, lagi-lagi, kok bisa ya?</p>
<p>Soalnya dia sempat bercerita, bahwa dulu dia pernah bertugas di Bumi Lorosae. Dia sempaat menjabat Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari)  Maliana, Bobonaro, Timor Timur (Timor Leste, sekarang). “Kadang saya jalan kaki, kalau pas tidak ada kendaraan tumpangan,” akunya. Pikir saya, “Gigih juga, dia.” Waktu itu, tahun 2002, saat menangani kasus IB Oka.</p>
<p>Saat sibuk menyiapkan dakwaan Amrozi, saya beberapa kali datang ke rumah dinasnya, di Jalan Muwardi, Renon. Dia terbilang suka membaca. Sebagai jaksa yang berurusan dengan terdakwa dari Jamaah Islamiah atau JI, Urip yang Kristiani ini sibuk mencari literatur Islam. Dari terjemahan Alquran, buku hadits hingga majalah Panji Masyarakat dan Sabili pun dilahapnya. “Biar paham, nggak ngawur,” katanya.</p>
<p>Dakwaan untuk Amrozi sendiri tebalnya 33 halaman. Sedangkan tuntutannya 263 halaman.  Yang dibacakan 30 Juni 2003 silam.</p>
<p>Teman-temannya sesama jaksa banyak yang menyebut dia cerdas, ngototan dan pemberani. Dia juga dikenal suka guyon, bercanda. Kadang ceplas-ceplos juga. “Wah, pusing ngonsep dakwaan gini nonton BF enak, ya, sama cewek?” celetuknya, saat mengetik konsep dakwaan Amrozi, lima tahun silam, di suatu malam.</p>
<p>Dulu, nomor handphone-nya 08123811170. Tapi setelah di Jakarta sepertinya ganti nomor. Pun saat balik lagi ke Bali, jadi Kajari  Klungkung, sebelum ke Kejagung, Jakarta, jadi Kasubdik Direktorat Jampidsus, saya sudah tak tahu lagi, berapa nomor HP-nya. Padahal, dulu, kalau ada SMS lucu-lucu, atau malah sesekali agak jorok, kadang dikirimnya. (Biasanya, dia mengirim yang jorok, kalau saya kirim SMS jorok duluan, hehehe..)</p>
<p>Saat Soundrenaline pertama kali digelar tahun 2003 di Pulau Serangan, Minggu, 7 September 2003, dia ngaku ngebet pengin nonton pesta musik kolosal dengan puluhan grup itu. “Refreshing, cari udara segar,” tuturnya. Kaset Soundrenaline saya pun saya berikan kepadanya, karena dia terlihat antusias nonton. Cuma, saya tidak tahu pasti juga, apa dia jadi nonton atau tidak.</p>
<p>Tapi, ada juga “kenangan tak terlupakan” dengannya. Yang kebetulan masih tercatat tanggal, bulan, dan tahunnya, di file saya. Suatu hari, Selasa, 16 September 2003, ada sidang terdakwa bule, namanya Steven Douglas Kiskenen, asal Inggris, di PN Denpasar. Dengan barang-bukti (BB) 0,3 gram heroin. Sidangnya tidak jelas. Saya pun penasaran. Ke sana kemari cari info, kapan sidangnya.</p>
<p>Akhirnya bisa dapat nama dan ketemu hakimnya, Bu Istiningsih Rahayu. Dari ibu hakim ini saya tahu vonisnya tiga bulan, tuntutannya “cuma” empat bulan. Juga ketahuan siapa jaksanya. “Kayaknya dituntut empat bulan,” ujarnya, sambil tersipu dan berat menyebut vonis narkoba yang ringan itu. Saya cari pak Urip dan ketemu.</p>
<p>Tapi, di luar dugaan dia masih berkilah. “Alaah, narkoba dengan BB 0,3 gram apa sih menariknya? Belum, belum vonis,” jawabnya, dengan cool, ketika saya tanya. Lho, aneh memang. Saya sudah mengantongi data kok dia masih berkilah juga.</p>
<p>Ada lagi sidang narkoba lainnya, dengan terdakwa Andrew Thomas Bredon, bule asal Selandia Baru, malah persidangannya tidak jelas hingga dia pindah ke Jakarta sebagai Kasi Pidum Kejari Jakarta Utara.</p>
<p>Itu kejadian 16 September 2003. Dan, di luar dugaan, pada 2 Maret 2008, ada kejadian yang mirip. Dia tertangkap KPK dengan uang USD 660.000 atau Rp 6,1 miliar, di Jalan Hang Lekir II, Simprug, Jakarta. Saat tertangkap, ngakunya kardus berisi coklat dan habis transaksi permata. Tapi, si pemberi suap duit, Artalyta Suryani alias Ayin, kerabat Syamsul Nursalim ngomongnya lain lagi ke KPK. Bahwa itu duit utang. Nah, kacau juga. “Joko Sembung makan ondhe-ondhe, Nggak nyambung, pak Dhe!”</p>
<p>Tapi dunia ini memang serba mungkin. Siapa saja bisa tergelincir. Tak peduli apa status sosial dan profesinya. Ulama, pendeta, polisi, jaksa,hakim, termasuk wartawan atau siapa pun bisa terpeleset, di zaman yang kata Rendra, mengutip Ronggo Warsito, disebut Zaman Kalabendu, ini. Dan, sampai saat ini saya masih terpana, soal kejadian mengagetkan itu dan  membayangkan bagaimana duit USD 660.000 itu berapa lembar, kalau uang kontan.</p>
<p>Sebagai teman saya sedih, tentu saja. Tapi, kalau mengingat posisi dia sebagai aparat penegak hukum, untuk kasus sebesar BLBI, sepertinya urusan dia bakal membuat lain, cerita hidupnya. Kecuali kalau tiba-tiba hasil penyidikan KPK ternyata Urip jualan permata betulan, misalnya. Ah, Urip, Urip “si jaksa terbaik”!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/haripuspita.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/haripuspita.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haripuspita.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haripuspita.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haripuspita.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haripuspita.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haripuspita.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haripuspita.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haripuspita.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haripuspita.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haripuspita.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haripuspita.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haripuspita.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haripuspita.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haripuspita.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haripuspita.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haripuspita.wordpress.com&amp;blog=4330495&amp;post=22&amp;subd=haripuspita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haripuspita.wordpress.com/2008/04/03/jaksa-urip-yang-saya-kenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">haripuspita</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
